THR ASN 2026 Cair Awal Ramadan? Menkeu Siapkan Rp55 Triliun, Ini Perkiraan Tanggal dan Komponennya

Pemerintah memberi sinyal THR PNS 2026 bisa cair di awal Ramadan, bukan lagi 10–14 hari jelang Lebaran.

Redaksi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Parlemen pada Rabu (11/2/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

JAKARTA | KLIKGENZ – Isu mengenai kapan THR cair 2026 kembali mengemuka menjelang bulan suci Ramadan. Pemerintah memberi sinyal kuat bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) berpeluang dicairkan lebih cepat, yakni pada fase awal Ramadan 1447 Hijriah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun dalam APBN 2026 untuk pembayaran THR PNS 2026. Alokasi tersebut mencakup Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), prajurit TNI, serta anggota Polri.

“Udah pasti nanti. Tapi saya tidak tahu tanggal pastinya yang jelas. Di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan,” ujar Purbaya usai forum Indonesia Economic Outlook (IEO) di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

Peluang THR Cair Lebih Cepat dari Pola Lama

Pernyataan tersebut menjawab spekulasi publik terkait THR 2026 kapan cair dan apakah THR cair awal Ramadan. Jika merujuk pola sebelumnya, pencairan THR ASN biasanya dilakukan sekitar 10–14 hari sebelum Idul Fitri.

Secara kalender, Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026, meski kepastian tanggal tetap menunggu sidang isbat pemerintah. Jika mengikuti pola lama, maka THR berpotensi cair pada kisaran 11–15 Maret 2026.

Baca Juga  Sidang Isbat Awal Ramadhan 1447 H Digelar 17 Februari 2026, Ini Tahapannya

Namun dengan sinyal dari Kementerian Keuangan, peluang THR ASN 2026 cair di awal Ramadan menjadi semakin terbuka. Kendati demikian, kepastian resmi tetap menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) yang biasanya diumumkan menjelang bulan puasa.

Bukan Sekadar Tunjangan, Tapi Instrumen Dongkrak Ekonomi

Pemerintah menempatkan THR ASN 2026 bukan hanya sebagai kebijakan kesejahteraan aparatur negara, tetapi juga strategi fiskal untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026.

Selain anggaran Rp55 triliun untuk THR, total belanja negara pada awal tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp809 triliun. Belanja tersebut mencakup percepatan program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis, rehabilitasi pascabencana, hingga stimulus tambahan sektor riil.

“Jadi kita keluarkan semua belanjanya mungkin di bulan pertama untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi masih akan berkelanjutan,” kata Purbaya.

Ia bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional bisa terdorong dari asumsi APBN sebesar 5,4 persen menuju 6 persen.

Baca Juga  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Hilal Tak Penuhi Kriteria MABIMS

“Pertumbuhan ekonomi kita di APBN tahun ini 5,4 persen, tapi saya akan coba dorong ke arah 6 persen. Saya bayarnya dari situ,” ujarnya.

Komponen THR PNS 2026

Sambil menunggu kepastian kapan THR 2026 cair, komponen yang akan diterima ASN diperkirakan mengacu pada skema dua tahun terakhir, yaitu:

  • Gaji pokok

  • Tunjangan keluarga

  • Tunjangan pangan

  • Tunjangan jabatan atau tunjangan umum

  • Tunjangan kinerja (tukin)

Pada 2024 dan 2025, pemerintah membayarkan THR secara penuh termasuk 100 persen tunjangan kinerja bagi ASN pusat, TNI, Polri, dan hakim.

ASN daerah menerima skema serupa dengan penyesuaian kemampuan fiskal daerah. Sementara guru dan dosen yang tidak menerima tukin memperoleh tunjangan profesi setara satu bulan gaji. Adapun CPNS menerima 80 persen dari gaji pokok.

Dengan sinyal percepatan pencairan tersebut, pertanyaan publik soal kapan THR cair 2026 kini tinggal menunggu regulasi resmi dari pemerintah. [*]