ACEH | KLIKGENZ – Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, resmi ditetapkan pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia pada Selasa, 17 Februari 2026.
Namun, di tengah euforia menyambut bulan suci, sebagian warga Aceh justru memulai Ramadan dengan perasaan haru dan kehilangan. Mereka adalah korban banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Hampir tiga bulan tinggal di tenda pengungsian, sejumlah keluarga masih berjuang bangkit dari duka. Bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga kenangan yang melekat di setiap sudut rumah yang kini telah rata dengan tanah.
Ramadan yang Tak Lagi Sama
Salah seorang ibu korban banjir tak kuasa menahan tangis saat mengenang suasana sahur Ramadan tahun lalu bersama keluarganya. Dalam sebuah unggahan di akun Instagram Seputar Aceh, ia menceritakan kebiasaan sederhana yang kini terasa begitu mahal.
“Biasanya sebelum tidur kami sudah memasak nasi untuk sahur. Apa yang ada di kulkas tinggal dimasak,” tuturnya lirih.
Kenangan itu kini tinggal cerita. Rumah yang menjadi saksi kebersamaan telah hilang tersapu derasnya arus banjir.
Sahur Tanpa Kulkas, Tanpa Rumah
Di posko pengungsian, suasana sahur jauh berbeda. Tak ada lagi dapur pribadi, tak ada lemari pendingin untuk menyimpan bahan makanan.
“Sekarang kulkas pun sudah tidak ada. Ikan-ikan segar tidak bisa disimpan. Semua harus langsung dimasak,” ujarnya.
Alih-alih menyiapkan hidangan di rumah sendiri, ia kini hanya bisa membantu menyiapkan sahur bersama relawan dan sesama pengungsi.
Saat mengenang Ramadan sebelumnya, ia tak mampu melanjutkan cerita. “Kalau teringat itu, kami tidak sanggup mengingatnya. Tidak bisa berbicara lagi,” ucapnya sembari mengusap air mata.
Ramadan sebagai Momentum Kepedulian
Di balik kesedihan itu, ketegaran para korban banjir Aceh menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar ibadah personal, tetapi juga momentum solidaritas sosial.
Unggahan yang memuat kisah tersebut telah disukai lebih dari 1,8 ribu pengguna Instagram hingga Selasa, 17 Februari 2026 pukul 09.00 WIB. Respons publik menunjukkan empati yang besar terhadap para penyintas bencana.
Ramadan tahun ini menjadi ujian sekaligus harapan: ujian bagi mereka yang kehilangan, dan harapan bagi masyarakat luas untuk saling menguatkan. [*]







