SURABAYA | KLIKGENZ.COM – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur merekomendasikan awal Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Rekomendasi tersebut disampaikan setelah hasil rukyatul hilal di 41 titik pemantauan se-Jawa Timur tidak berhasil melihat hilal.
Pemantauan hilal dilakukan oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) di berbagai daerah. Dari laporan yang dihimpun, seluruh perukyat menyatakan tidak melihat hilal, salah satunya di Balai Rukyat NU Bukit Condrodipo, Gresik.
Ketua LFNU Jatim, Samsul Ma’arif, menyampaikan bahwa tidak ada satu pun laporan yang mengonfirmasi terlihatnya hilal. “Berdasarkan informasi LFNU se-Jatim tidak ada laporan yang menyatakan melihat hilal,” ujarnya di Surabaya, Selasa (17/02/2026).
Ia menjelaskan, secara astronomis posisi hilal masih berada di bawah ufuk karena ijtimak terjadi setelah matahari terbenam. Kondisi tersebut menyebabkan hilal mustahil teramati di wilayah Jawa Timur.
“Untuk itu, laporan dari LFNU kami kembalikan kepada jajaran syuriyah dan akan disampaikan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai bahan ikhbar. Keputusan resmi tetap menunggu sidang itsbat pemerintah,” tambahnya.
Sebelumnya, PWNU Jatim melalui LFNU menggelar rukyatul hilal di 41 lokasi yang tersebar di kabupaten/kota, mulai dari pesisir pantai, perbukitan, hingga gedung bertingkat dan observatorium.
Beberapa titik strategis tersebut antara lain POB Sunan Kaliwining Jember, Observatorium Jokotole IAIN Madura, Balai Rukyat NU Condrodipo Gresik, Pantai Ngliyep Malang, Pantai Srau Pacitan, hingga Twin Tower B UINSA Surabaya dan berbagai lokasi lainnya di wilayah Jawa Timur.
Rekomendasi ini menjadi bagian dari proses penetapan awal Ramadhan 1447 H yang secara resmi akan diumumkan pemerintah melalui sidang itsbat oleh Kementerian Agama.
Dengan demikian, warga Nahdliyin di Jawa Timur kini menunggu keputusan final pemerintah terkait penetapan 1 Ramadhan 1447 H. [*]







