Pasar Pabukoan Payakumbuh 2026 Pindah ke Eks Bioskop Karya, Tradisi Ramadan Tetap Terjaga

Pemko Payakumbuh Fasilitasi 100 Lebih Pedagang Tanpa Retribusi, Pengelolaan Libatkan LPM dan Pemuda NDB

Redaksi
Foto : istw

PAYAKUMBUH | KLIKGENZ.COM — Suasana Ramadan 1447 Hijriah di Kota Payakumbuh menghadirkan warna baru. Pasar Pabukoan yang selama ini identik dengan Jalan Sutan Usman, kini resmi dipindahkan ke lahan eks Bioskop Karya, Kelurahan Nunang Daya Bangun (NDB), Kecamatan Payakumbuh Barat.

Meski bergeser lokasi, denyut tradisi berburu takjil jelang berbuka puasa tetap terasa kental di kawasan pasar pusat kota tersebut. Rabu (18/2) sore, ratusan pedagang tampak sibuk menata lapak dan mempersiapkan aneka hidangan khas Ramadan untuk menyambut pembeli.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, M. Faizal, menjelaskan pemindahan dilakukan karena lokasi lama digunakan untuk pembangunan kios relokasi bagi pedagang terdampak kebakaran Pasar Payakumbuh.

“Tempat sebelumnya dipakai untuk pembangunan kios relokasi. Tahun ini kita gunakan lahan eks Bioskop Karya yang merupakan milik pribadi. Pemko memfasilitasi tenda dan tempat berjualan tanpa dipungut biaya,” ujar Faizal.

Ia menegaskan, pasar pabukoan tahun ini digelar tanpa dukungan anggaran khusus dari pemerintah daerah. Karena itu, tidak ada retribusi yang dibebankan kepada pedagang.

Baca Juga  KPK Ingatkan Bahaya Pilkada Lewat DPRD: Kekuasaan Elitis Rawan Transaksi dan Korupsi

“Pasar ini sifatnya dadakan karena memang tidak ada alokasi anggaran. Maka retribusi pun tidak kita ambil,” jelasnya.

Didampingi Kabid Pasar Khalid Zamri, Faizal menyebutkan hingga kini lebih dari 100 pedagang telah mendaftar untuk berjualan. Ke depan, pengelolaan pasar diserahkan kepada unsur pemuda dan lembaga kemasyarakatan setempat sesuai kesepakatan bersama.

Kolaborasi antara Pemko, LPM, Karang Taruna, serta pemuda Nunang Daya Bangun menjadi kunci terselenggaranya pasar pabukoan tahun ini. Ketua LPM Nunang Daya Bangun, Fahman Rizal, mengatakan penggunaan lahan eks bioskop berawal dari aspirasi pedagang yang ingin pasar tetap berada di wilayah NDB.

“Pedagang bersikukuh agar pasar pabukoan tetap di Nunang Daya Bangun. Akhirnya disepakati bersama Pemko, pedagang, LPM, dan pemuda untuk digelar di lokasi baru ini,” ungkap Fahman, didampingi Ketua Karang Taruna Ryan Al Khalid dan Ketua Pemuda Toto Arianto.

Ia menambahkan, jika pelaksanaan tahun ini berjalan lancar dan pemilik lahan masih mengizinkan, tidak menutup kemungkinan pasar pabukoan di kawasan Pasar Payakumbuh akan terus diinisiasi dan dikelola masyarakat NDB, sebagaimana pasar pabukoan di Limbukan, Tiakar, dan Simpang Parik.

Baca Juga  Wagub Papua Aryoko Rumaropen: Natal Bersama 2025 Jadi Momentum Awal Pemerintahan Papua

“Karena berada dalam kawasan pasar, Pemko juga siap mendukung apabila ke depan dikelola oleh LPM bersama Karang Taruna dan pemuda NDB,” tegasnya.

Sementara itu, Yoga, pedagang lamang, mengaku bersyukur pasar pabukoan tetap digelar di kawasan pusat kota. Menurutnya, lokasi tersebut telah menjadi bagian dari tradisi tahunan masyarakat Payakumbuh, terutama bagi para perantau yang pulang kampung menjelang Idulfitri.

“Menjelang akhir Ramadan biasanya banyak perantau singgah untuk berbelanja takjil. Kalau dipindahkan jauh dari kawasan pasar, nuansa tradisinya bisa berkurang. Kami berterima kasih kepada Pemko dan semua pihak yang sudah memfasilitasi,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi dan tanpa membebani pedagang, Pasar Pabukoan Payakumbuh 2026 menjadi bukti bahwa tradisi Ramadan tetap bisa terjaga di tengah keterbatasan anggaran dan dinamika pembangunan kota. [*]