KEDIRI | KLIKGENZ – Gejolak harga cabai kembali terjadi di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, Kamis (19/2/2026). Harga cabai rawit merah melonjak tajam hingga menembus Rp95.000 per kilogram, sementara cabai merah besar dan keriting justru mengalami tren penurunan.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada jenis cabai rawit merah (CRM). Varietas Brengos 99 tercatat dijual Rp95.000 per kg atau naik Rp67.000 dibanding harga normal. Asmoro 043 berada di Rp94.000, sementara rawit lokal Kediri menyentuh Rp92.000 per kg. Kenaikan juga terjadi pada Prentol Tumi 99 dan Juwita 25 F1 yang berada di kisaran Rp82.000 hingga Rp85.000 per kg.
Pedagang menyebut, kenaikan drastis ini dipicu pasokan yang menurun akibat intensitas hujan tinggi di sejumlah sentra produksi, sementara kebutuhan pasar justru meningkat.
Berbanding terbalik dengan rawit merah, harga cabai merah besar (CMB) dan cabai merah keriting (CMK) cenderung melemah.
Untuk cabai merah besar:
Gada Evo: Rp22.000 (turun Rp2.000)
Imola F1: Rp21.000 (turun Rp1.000)
Sandi 08 F1: Rp19.000 (turun Rp3.000)
Sedangkan cabai merah keriting:
Boos Tavi F1: Rp21.000 (turun Rp2.000)
Sibad 46: Rp19.000 (turun Rp2.000)
Pasokan cabai di Pasar Induk Pare didominasi dari wilayah Kediri, Jombang, Jawa Tengah, hingga Banyuwangi. Namun distribusi besar ke luar daerah turut memengaruhi dinamika harga.
Tercatat, sekitar 4 ton cabai merah besar dan 2 ton cabai merah keriting dikirim ke wilayah Jabodetabek. Sementara untuk kebutuhan industri, terserap sekitar 3 ton cabai merah besar dan 2 ton cabai rawit merah.
Kombinasi cuaca ekstrem dan distribusi lintas daerah ini membuat harga rawit merah sulit terkendali dalam beberapa hari terakhir. Jika kondisi hujan terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga masih berpotensi bertahan tinggi.[*]







