JAKARTA | KLIKGENZ — Aktris papan atas Dian Sastrowardoyo membagikan kisah perjalanan spiritualnya hingga memutuskan menjadi mualaf saat menjadi bintang tamu di podcast milik Denny Sumargo.
Dalam perbincangan santai tersebut, Dian menceritakan proses panjang pencarian keyakinan yang ia lalui sebelum akhirnya mantap memeluk Islam di usia 21 tahun.
Dian mengungkapkan bahwa dirinya tumbuh dalam keluarga dengan latar belakang agama yang beragam. Sang ibu beragama Katolik, sementara ayahnya memeluk Buddha Jepang setelah melalui perjalanan spiritualnya sendiri. Sejak kecil, Dian dibesarkan dalam ajaran Katolik dan telah menerima sakramen baptis serta komuni.
Meski terdapat perbedaan keyakinan di dalam keluarga, toleransi menjadi nilai utama yang dijunjung tinggi. Bahkan, keluarganya memberikan dukungan ketika Dian mulai mempelajari berbagai ajaran agama.
Memasuki masa SMA, pemeran film Ada Apa dengan Cinta? itu mulai gemar membaca buku-buku filsafat. Dari sana muncul berbagai pertanyaan mendalam tentang makna hidup dan tujuan manusia.
“Aku pengin tahu sebenarnya kita hidup untuk apa,” ungkap Dian dalam podcast tersebut.
Rasa ingin tahunya mendorong Dian mempelajari sejumlah ajaran, mulai dari Buddha, Hindu, hingga Konghucu. Namun, menurutnya, berbagai pertanyaan filosofis yang ia miliki belum juga menemukan jawaban yang benar-benar memuaskan.
Hingga suatu ketika, sang tante mengajaknya menghadiri sebuah pengajian. Tanpa ekspektasi khusus, Dian datang dan justru merasa menemukan titik terang. Seorang ustaz bernama Rahmat dinilai mampu menjawab pertanyaannya dengan penjelasan yang filosofis sekaligus logis.
Dari momen itu, hati Dian mulai mantap. Ia merasa pertanyaan-pertanyaan mendasarnya tentang kehidupan terjawab dalam ajaran Islam. Tak lama kemudian, ia memutuskan untuk memperdalam keyakinan tersebut.
Di usia 21 tahun, Dian mulai belajar salat dan menghafal Surah Al-Fatihah. Ia mengakui tantangan menghafal bacaan dalam bahasa Arab bukanlah hal mudah.
“Kalau gua hafalin itu kan bahasa Arab susah ya di umur 21 tahun gue hafalin,” ujarnya.
Sebagai seorang aktris, Dian terbiasa memahami makna setiap dialog yang diucapkannya. Pendekatan itu pula yang ia terapkan saat mempelajari bacaan salat.
“Aku harus hafal artinya supaya bisa menjiwai,” tuturnya.
Bagi Dian, memahami makna menjadi kunci agar ibadah tidak sekadar dilafalkan, tetapi juga dirasakan secara batin. Perjalanan spiritual tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya, yang ia bagikan sebagai refleksi personal dan inspirasi bagi banyak orang. [*]







