MAKKAH | KLIKGENZ — Ratusan ribu umat Islam memadati Masjidil Haram sejak Jumat (20/2/2026) pagi untuk mengikuti pelaksanaan salat Jumat pertama di bulan Ramadan.
Laporan Saudi Press Agency (SPA) menyebutkan, arus besar jemaah dari berbagai penjuru dunia telah memenuhi koridor dan halaman masjid sejak pagi hari. Mereka datang lebih awal untuk “mengamankan posisi” agar dapat melaksanakan salat di lokasi yang diinginkan.
Selain jemaah salat Jumat, kawasan Masjidil Haram juga dipadati jemaah umrah. Ramadan memang dikenal sebagai puncak musim umrah karena keutamaannya yang besar, sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW bahwa umrah di bulan Ramadan setara dengan haji bersama beliau (HR. Bukhari dan Muslim).
Beberapa jam sebelum salat Jumat dimulai, sejumlah pintu akses menuju halaman masjid ditutup demi pengaturan kapasitas. Jemaah yang datang lebih siang terpaksa melaksanakan salat di jalan, trotoar, maupun pelataran hotel dan pertokoan di sekitar masjid.
Meski berada di bawah terik matahari, banyak jemaah tetap berupaya mendekat ke area sekitar Ka’bah, khususnya di area mataf. Saat ini, area tersebut diprioritaskan bagi jemaah yang tengah menunaikan umrah.
SPA melaporkan bahwa otoritas setempat menerapkan langkah organisasi komprehensif untuk mengakomodasi lautan jemaah. Fokus diarahkan pada pengaturan arus masuk dan keluar, kebersihan serta sanitasi, hingga layanan informasi dan pengarahan di lapangan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pergerakan tetap tertib sehingga ibadah dapat berlangsung aman dan nyaman.

Bertindak sebagai imam dan khatib salat Jumat kali ini adalah Syaikh Abdullah Al-Juhani, salah satu imam tetap Masjidil Haram. Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa kehidupan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat pada bulan Ramadan dipenuhi dengan intensitas ibadah dan komitmen dalam beramal saleh.
Syaikh Al-Juhani menegaskan bahwa tujuan puasa adalah meraih ketakwaan serta menjaga akhlak dari perbuatan tercela. Ia juga mengajak umat Islam meneladani sunah Nabi, seperti menyegerakan berbuka puasa (iftar) dan mengakhirkan sahur.
Khutbah ditutup dengan ajakan untuk memaksimalkan bulan penuh berkah ini melalui ibadah yang tekun dan amal kebajikan. Ramadan, tegasnya, adalah periode istimewa ketika doa-doa diijabah dan rahmat Allah dilimpahkan kepada umat-Nya. [*]







