Ngabuburit Bareng PPIS Vol. 4, Gen Z Diajak Rawat Cinta Tanah Air di Tengah Tantangan Zaman

Diskusi daring bertema “Mencintai Indonesia dalam Suka dan Duka” soroti peran mahasiswa menghadapi polarisasi sosial dan ancaman ideologi transnasional

Redaksi

KLIKGENZ.COM – Upaya menanamkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda terus digencarkan. Setelah mengulas isu-isu yang dekat dengan kehidupan Gen Z seperti jodoh, kesehatan mental, hingga pinjaman online, Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) kembali menghadirkan diskusi inspiratif dalam Ngabuburit Bareng PPIS Vol. 4.

Mengusung tema “Mencintai Indonesia dalam Suka dan Duka”, kegiatan ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube Official UNESA pada Selasa, 25 Maret 2025. Tema kebangsaan dipilih sebagai respons atas dinamika sosial yang kian kompleks di era digital.

Mahasiswa Harus Lebih dari Sekadar Akademisi

Diskusi menghadirkan Rojil Nugroho Bayu Aji, S.Hum., M.A., Kepala Sub Direktorat Ideologi, Moderasi Beragama, dan Bela Negara, sebagai narasumber utama. Acara dipandu oleh Reina Iranti Nur Fadilah yang sukses membangun suasana dialog interaktif dan hangat.

Dalam paparannya, Rojil menegaskan bahwa cinta tanah air bukan sekadar slogan atau ekspresi emosional semata. Menurutnya, nasionalisme harus diwujudkan dalam tindakan konkret.

Baca Juga  Regenerasi Petani Milenial di Lamongan Terancam, Smart Farming Jadi Harapan Baru

“Sikap bijak dalam menyikapi isu-isu nasional serta aktif berkontribusi di berbagai bidang merupakan bentuk nyata kecintaan terhadap Indonesia,” tegasnya.

Ia mengingatkan, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Tidak cukup hanya unggul secara akademik, generasi muda juga dituntut memiliki kepedulian sosial serta keberanian mengambil peran dalam mengawal isu-isu strategis bangsa.

Tantangan Polarisasi dan Ideologi Transnasional

Dalam forum tersebut, Rojil juga menyoroti tantangan kebangsaan yang semakin nyata, mulai dari polarisasi sosial hingga ancaman ideologi transnasional yang berpotensi menggerus identitas nasional.

Menurutnya, Gen Z harus mampu menjadi generasi yang kritis namun tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan. Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi pemecah persatuan, melainkan ruang untuk memperkaya dialog kebangsaan.

Sesi tanya jawab menjadi bagian paling dinanti peserta. Salah satu pertanyaan yang mencuri perhatian berbunyi, “Dengan banyaknya isu yang ada, apa yang bisa Gen Z lakukan agar bisa dikatakan membersamai Indonesia?”

Baca Juga  Wawako Padang Lepas 98 Mahasiswa PPL STAI-PIQ, Tekankan Pendidikan Karakter Islami

Menanggapi hal itu, Rojil menjawab lugas, mahasiswa harus menjadi aktivis yang peduli terhadap lingkungan sekitar, mengawal isu-isu strategis secara bijak, serta tetap berprestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Antusiasme Tinggi dan Diskusi Dinamis

Sepanjang acara, peserta tampak antusias. Beragam pertanyaan dan pandangan mengalir, menunjukkan bahwa isu kebangsaan masih relevan dan mendapat perhatian serius dari kalangan muda.

Ngabuburit Bareng PPIS Vol. 4 menjadi ruang refleksi bahwa mencintai Indonesia tidak hanya dilakukan saat bangsa menghadapi krisis, tetapi juga dalam keseharian melalui karya, prestasi, serta kepedulian sosial.

Rekaman diskusi ini dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube Official UNESA. Harapannya, semangat kebangsaan yang disemai dalam forum ini terus tumbuh dan mengakar dalam setiap langkah Gen Z Indonesia menjadi generasi yang peduli, berdaya, dan berdampak bagi negeri.