PADANG PANJANG | KLIKGENZ – Musibah kebakaran yang melanda empat rumah warga di RT 06 Sungai Andok, Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, menyisakan duka mendalam bagi para korban. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (20/2/2026) itu memaksa 24 jiwa dari lima kepala keluarga kehilangan tempat tinggal di tengah suasana bulan suci Ramadan.i
Api melahap seluruh bangunan hingga mengalami kerusakan berat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, para penghuni rumah hanya sempat menyelamatkan diri dengan pakaian yang melekat di badan. Sejumlah barang berharga, perabot rumah tangga, hingga dokumen penting dilaporkan ikut hangus terbakar.
Kini para korban mengungsi sementara di Masjid Nurul Khairat yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Di tempat itulah mereka menjalani hari-hari Ramadan dengan suasana berbeda berbuka dan sahur dalam keterbatasan, sembari menata kembali harapan yang sempat runtuh bersama kobaran api.
Salah seorang warga terdampak mengaku tak menyangka musibah datang begitu cepat. Saat api membesar, ia bersama anggota keluarga lainnya berusaha menyelamatkan anak-anak dan lansia lebih dulu. “Yang penting semua selamat. Harta bisa dicari lagi,” ujarnya lirih.
Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terlebih di bulan puasa saat aktivitas memasak untuk sahur dan berbuka meningkat.
“Kita harus lebih waspada terhadap sumber api di rumah maupun instalasi listrik. Periksa kompor dan jaringan listrik secara berkala agar musibah serupa tidak terulang,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Pemerintah kota telah menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok seperti air mineral, mi instan, susu, gula, teh, sarden, popok anak dan dewasa, serta makanan ringan untuk berbuka dan sahur. Selain itu, pendataan terus dilakukan untuk memastikan dukungan lanjutan, termasuk opsi hunian sementara bagi keluarga yang rumahnya rusak berat.
Koordinasi dengan dinas terkait juga dilakukan guna membantu pengurusan dokumen administrasi warga yang kemungkinan ikut terbakar, seperti KTP, KK, dan dokumen penting lainnya.
Di tengah duka, solidaritas warga sekitar menjadi penguat tersendiri. Masyarakat bergotong royong menyediakan hidangan berbuka dan sahur bagi para korban. Suasana kebersamaan di masjid pengungsian menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang saling menguatkan dalam ujian kehidupan.
Kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Pemerintah daerah berharap dukungan berbagai pihak dapat membantu para korban bangkit dan segera mendapatkan tempat tinggal yang layak kembali. [*]






