TEKNOLIGI | KLIKGENZ.COM – Samsung bergerak agresif dalam persaingan kecerdasan buatan (AI) di perangkat mobile. Riset internal perusahaan mengungkap fakta menarik: hampir 8 dari 10 pengguna smartphone saat ini rutin menggunakan lebih dari dua agen AI sekaligus.
Temuan itu membuat Samsung tak ingin setengah-setengah. Raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut merombak arsitektur Galaxy AI agar mampu mendukung sistem multi-agen dalam satu perangkat.
AI Tak Lagi Terpisah, Semua Menyatu di Level Sistem
Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang berbasis aplikasi, Galaxy AI generasi terbaru akan terintegrasi langsung di tingkat sistem operasi (OS). Artinya, pengguna tak perlu lagi bolak-balik membuka aplikasi berbeda untuk mengakses berbagai AI.
Samsung menyebut sistem ini akan memungkinkan berbagai agen bekerja secara kontekstual. Perangkat akan memahami kebutuhan pengguna dan meneruskan konteks ke agen AI yang relevan, sehingga interaksi terasa lebih natural dan minim pengulangan perintah.
Strategi ini dinilai sebagai langkah Samsung untuk menjaga fleksibilitas di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI global.
Perplexity Jadi Agen Pertama, Bisa Dipanggil “Hey Plex”
Agen AI pertama yang resmi bergabung dalam ekosistem baru ini adalah Perplexity AI. Di perangkat Galaxy terbaru, pengguna bisa memanggilnya lewat perintah suara “Hey Plex” atau mengaturnya melalui tombol samping (power button).
Menariknya, Plex tak hanya hadir sebagai chatbot biasa. Ia akan tertanam langsung di aplikasi bawaan seperti Galeri, Catatan, Kalender, Jam, dan Pengingat. Bahkan, agen ini juga dapat bekerja lintas aplikasi pihak ketiga.
Keunggulannya terletak pada kemampuan menangani tugas multi-langkah secara otomatis—misalnya mencari informasi, merangkum, hingga menambahkan jadwal ke kalender tanpa perlu instruksi terpisah.
Galaxy S26 dan One UI 8.5 Jadi Kunci?
Meski belum merinci perangkat mana yang akan pertama kali mendapat fitur ini, publik berspekulasi seri Samsung Galaxy S26 akan menjadi pionirnya.
Samsung juga membuka peluang fitur tersebut hadir melalui pembaruan perangkat lunak One UI 8.5 ke sejumlah model Galaxy S dan Z generasi sebelumnya.
Dalam keterangan resminya, Won-Joon Choi, President dan Head of R&D Office di Mobile eXperience Business Samsung Electronics, menegaskan komitmen perusahaan.
“Kami berkomitmen membangun ekosistem AI terintegrasi yang terbuka dan inklusif. Ini memberi pengguna lebih banyak pilihan, fleksibilitas, dan kendali untuk menyelesaikan tugas kompleks dengan cepat dan mudah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Galaxy AI akan bertindak sebagai “orkestrator” yang menyatukan berbagai bentuk AI dalam satu pengalaman yang kohesif.
Bixby Juga Diperbarui
Sebagai penguat ekosistem, Samsung turut menghadirkan pembaruan Bixby versi terbaru di One UI 8.5. Kini, Bixby mampu memahami perintah bahasa alami untuk mengubah pengaturan sistem, tanpa lagi bergantung pada frasa kaku seperti “nyalakan XYZ”.
Tak hanya itu, fitur pencarian web waktu nyata juga ditambahkan untuk menghadirkan jawaban yang lebih aktual dan relevan.
Dengan strategi multi-agen terintegrasi ini, Samsung tampaknya ingin memastikan Galaxy tetap menjadi pusat kendali AI personal di genggaman pengguna. [*]








