JAKARTA | KLIKGENZ.COM – Laporan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian bencana pada periode 21–22 Februari 2026 didominasi banjir yang dipicu hujan berintensitas tinggi di berbagai daerah.
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi wilayah paling terdampak dalam dua hari terakhir.
Di Kabupaten Lombok Timur, banjir melanda Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Sebanyak 100 kepala keluarga terdampak. Beruntung, banjir surut sehari kemudian meski menyisakan lumpur dan kerusakan di sejumlah rumah warga.
Tak berselang lama, banjir bandang juga menerjang Desa Muer dan Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa pada Sabtu (21/2). Data BNPB mencatat 106 unit rumah terdampak dan 293 jiwa merasakan langsung dampaknya.
Sementara di Kabupaten Bima, hujan lebat disertai angin kencang dan petir memicu banjir di tiga desa, yakni Desa Lere (Kecamatan Parado) serta Desa Kore dan Desa Sandue (Kecamatan Sanggar). Sebanyak 37 KK atau 119 jiwa terdampak, bahkan satu keluarga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Tak hanya NTB, bencana hidrometeorologi juga terjadi di Pulau Jawa.
Di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, banjir dan tanah longsor melanda Desa Segorogunung dan Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso. Dua warga mengalami luka-luka akibat shock dan benturan dan telah dirujuk ke fasilitas kesehatan. Kerugian material tercatat tiga unit rumah dan satu kandang ternak terdampak.
Sementara di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, banjir pada Jumat malam (20/2) menyebabkan jembatan penghubung Desa Blimbing dan Desa Kalidandan putus total. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses warga, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh. Sebanyak 100 KK terdampak.
Masih di wilayah Probolinggo, angin kencang juga merusak sembilan rumah di lima kecamatan, yakni Gading, Sumberasih, Tiris, Krucil, dan Besuk. Sebanyak 18 KK terdampak, dengan rincian empat rumah rusak ringan dan lima rusak sedang.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah NTB pada dasarian ketiga Februari 2026 berpotensi mengalami curah hujan menengah hingga tinggi. Sejumlah wilayah lain di Indonesia juga diprediksi mengalami hujan kategori tinggi dalam beberapa hari ke depan.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan ekstrem, angin kencang, puting beliung, banjir, gelombang tinggi, hingga potensi bencana geologi seperti gempa bumi.
Masyarakat diimbau menyiapkan tas siaga bencana dan rutin memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD setempat, serta BMKG guna mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi sewaktu-waktu. [*]








