News  

OJK Jambi Pastikan Bank Jambi Tetap Sehat, Audit Forensik Usut Dugaan Dana Nasabah Raib

Regulator minta masyarakat tidak terpancing isu viral, OJK dan Bank Indonesia kawal investigasi dugaan hilangnya saldo nasabah.

JAMBI | KLIKGENZ.COM – Di tengah ramainya isu dugaan dana nasabah yang raib dan viral di media sosial, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menegaskan bahwa kondisi Bank Jambi tetap dalam keadaan sehat dan stabil.

Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Dalam konferensi pers bersama manajemen Bank Jambi dan Bank Indonesia, ia memastikan bahwa secara fundamental, bank pembangunan daerah tersebut masih menunjukkan kinerja yang positif.

“Secara kondisi keuangan dan fundamental, Bank Jambi baik, termasuk dari sisi kinerja kredit,” ujarnya di Jambi, Senin (23/2/2026).

Baca Juga  MUI Padang Pariaman Tetapkan Zakat Fitrah 1447 H, Ini Rinciannya

Menurut Yan, berdasarkan hasil pengawasan rutin OJK, indikator kesehatan bank, termasuk rasio kredit dan performa operasional, masih berada dalam batas aman. Karena itu, nasabah diminta tetap tenang dan tidak melakukan langkah-langkah yang justru dapat memicu kepanikan.

Adapun terkait dugaan hilangnya saldo nasabah yang kini menjadi sorotan publik, OJK menegaskan proses pendalaman masih berlangsung. Regulator belum dapat menyampaikan kesimpulan akhir sebelum hasil audit forensik resmi diterbitkan.

“OJK terus memantau perkembangan kasus ini agar penanganannya sesuai dengan ketentuan. Kami belum bisa memastikan penyebabnya sebelum hasil audit forensik keluar,” tegasnya.

Baca Juga  Kredit Sulit Diakses, Masyarakat Kecil Terjepit, Negara Harus Hadir

Sebagai langkah antisipatif, OJK juga mendorong penguatan sistem Teknologi Informasi (IT) di industri perbankan, termasuk di tingkat bank daerah. Meski demikian, Yan menilai selama ini tata kelola dan penyelenggaraan operasional Bank Jambi sudah berjalan cukup baik.

Dengan pengawasan ketat dari regulator dan koordinasi intensif bersama Bank Indonesia serta manajemen bank, masyarakat diharapkan memberi ruang bagi proses investigasi berjalan secara profesional dan transparan.

OJK memastikan stabilitas sektor perbankan daerah tetap menjadi prioritas, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional. (*)