Sejarah Puasa Ramadhan: Dari Zaman Nabi Nuh AS hingga Disyariatkan kepada Nabi Muhammad SAW

Puasa Ramadhan ternyata memiliki sejarah panjang sejak Nabi Nuh AS, hingga resmi diwajibkan pada tahun kedua Hijriah melalui Surah Al-Baqarah ayat 183.

KLIKGENZ.COM | Ramadhan adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam. Di bulan ini, kaum Muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa, menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Tetapi, tahukah Anda bahwa puasa Ramadhan memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman Nabi Nuh AS?

Perintah untuk menjalankan puasa Ramadhan tidak turun secara langsung ketika Islam hadir di tanah Arab. Syariat ini diturunkan secara bertahap, menyesuaikan keadaan umat pada waktu itu. Dalam artikel ini, kita akan mengupas sejarah disyariatkannya puasa Ramadhan, dalilnya dalam Al-Qur’an, serta keutamaannya bagi umat Islam.

Sejarah Puasa Ramadhan

1. Puasa Nabi Nuh AS: Awal Tradisi Berpuasa

Menurut Imam Al-Qurthubi, Nabi Nuh AS adalah nabi pertama yang melaksanakan puasa. Setelah diselamatkan dari badai besar yang menghancurkan kaumnya, Nabi Nuh AS dan pengikutnya berpuasa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Namun, puasa yang dilakukan pada masa itu belum memiliki aturan seperti puasa Ramadhan yang kita kenal saat ini.

2. Puasa di Masa Nabi Muhammad SAW

Sebelum kewajiban puasa Ramadhan diturunkan, Nabi Muhammad SAW dan umatnya sudah terbiasa melaksanakan puasa pada hari-hari tertentu. Misalnya, puasa tiga hari setiap bulan pada tanggal 13, 14, dan 15 (Ayyamul Bidh), serta puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Baca Juga  Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp17 Ribu, Buyback Ikut Terkoreksi

Baru pada tahun kedua Hijriah, sekitar 18 bulan setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, Allah SWT menurunkan perintah wajib puasa Ramadhan melalui surah Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa puasa Ramadhan bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana untuk meningkatkan ketakwaan. Puasa ini berlangsung selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, menggantikan tradisi puasa sebelumnya.

3. Rasulullah SAW dan Puasa Ramadhan

Selama hidupnya, Rasulullah SAW melaksanakan puasa Ramadhan sebanyak sembilan kali. Puasa ini menjadi salah satu ibadah yang diutamakan, sebagaimana sabda beliau:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hikmah Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi memiliki tujuan yang lebih mendalam, yaitu:

1. Meningkatkan Ketakwaan

Dengan menahan diri dari hal-hal yang dihalalkan, seperti makan dan minum, umat Islam dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu dan fokus mendekatkan diri kepada Allah.

Baca Juga  Trik Mengelola Keuangan Jelang Lebaran

2. Melatih Kesabaran

Puasa mengajarkan kesabaran dalam menghadapi cobaan sehari-hari.

3. Membersihkan Jiwa dan Raga

Selain aspek spiritual, puasa juga memberikan manfaat kesehatan dengan memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan.

4. Menyucikan Hati

Dengan menahan diri dari perbuatan buruk, umat Islam diajak untuk lebih introspeksi dan memperbaiki diri.

Keutamaan Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

1. Dibukanya Pintu Surga

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Turunnya Al-Qur’an

Bulan Ramadhan juga menjadi momen turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.

3. Adanya Malam Lailatul Qadar

Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini hanya ada di bulan Ramadhan.

4. Doa yang Mustajab

Setiap doa yang dipanjatkan saat berpuasa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Ramadhan sebagai Momentum Perubahan Puasa Ramadhan adalah ibadah yang mengandung nilai sejarah, spiritual, dan sosial. Sejak zaman Nabi Nuh AS hingga disyariatkan pada umat Nabi Muhammad SAW, puasa ini menjadi cara bagi umat manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain meningkatkan ketakwaan, puasa Ramadhan juga menjadi sarana untuk memperbaiki diri dan memupuk solidaritas sosial. [*]