BANDUNG | KLIKGENZ.COM – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengawali rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah dari lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Rabu (25/2/2026). Langkah ini menjadi simbol empati sekaligus penguatan moril bagi warga yang masih berduka pascabencana.
Diketahui, bencana tanah longsor menerjang Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1/2026) lalu. Peristiwa itu menyebabkan 80 warga meninggal dunia dan menyisakan trauma mendalam bagi keluarga korban.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan bahwa pemilihan Pasirlangu sebagai lokasi pertama Safari Ramadan bukan tanpa alasan. Menurutnya, pemerintah ingin hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak.
“Hari ini kita melaksanakan hari pertama Safari Ramadan. Insyaallah akan dilaksanakan di lima titik, jadi per dapil,” ujar Jeje.
Ia menyebut, kegiatan di Pasirlangu menjadi momentum silaturahmi sekaligus memastikan kondisi warga pascalongsor.
“Sengaja kita awali di sini karena masih berduka pasca longsor. Kita ingin bersilaturahmi lagi dengan warga,” katanya.
Layanan Administrasi Jemput Bola
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Bandung Barat juga membuka layanan administrasi jemput bola bagi warga terdampak. Layanan itu meliputi pembayaran pajak daerah hingga pembuatan dokumen kependudukan seperti KTP yang hilang akibat bencana.
“Kami menyediakan berbagai layanan administrasi seperti pajak, pembuatan KTP dan lainnya,” jelas Jeje.
Selain itu, ia memastikan santunan bagi keluarga korban terus diproses. Melalui BPJS, santunan sebesar Rp42 juta per orang telah disalurkan kepada ahli waris korban meninggal dunia.
“Harapannya keluarga korban terus dikuatkan. Semoga kehadiran kami memberi semangat bagi warga. Saya terus mengecek apa yang dibutuhkan di sini,” tuturnya.
Pendataan Zona Kuning dan Merah Terus Dikaji
Jeje mengungkapkan sebagian besar warga terdampak kini telah pindah ke rumah kontrakan. Namun, masih ada sejumlah warga di zona kuning dan merah yang pendataannya terus dikaji, termasuk terkait penyaluran santunan.
“Warga sebagian sudah pindah ke kontrakan. Memang ada beberapa yang bermasalah di zona kuning dan merah, jadi terus kita kaji. Intinya kita tidak ingin masyarakat kesulitan. Zona kuning pun akan kita tangani dan diberikan santunan,” tandasnya.
Safari Ramadan Pemkab Bandung Barat sendiri direncanakan berlangsung di lima lokasi berbeda sebagai bentuk penguatan silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat selama bulan suci. [*]







