PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM – Upaya jemput bola yang dilakukan Bupati John Kenedy Azis akhirnya membuahkan hasil. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sukses mengamankan dukungan dana sebesar Rp12,5 miliar dari Kementerian Pertanian RI untuk memulihkan sektor pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Kucuran anggaran yang disalurkan melalui Satker XIII Provinsi Sumatera Barat itu difokuskan pada percepatan pemulihan lahan sawah dan penguatan infrastruktur irigasi. Total 35 kelompok tani di 17 kecamatan menjadi sasaran utama program strategis tersebut.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman, Dr. Hendri Satria, menyebut bantuan ini sebagai momentum kebangkitan sektor pertanian daerah.
“Ini bukti konkret hasil lobi dan komunikasi intensif pimpinan daerah. Kami siap mengawal pelaksanaannya agar lahan petani kembali produktif,” tegas Hendri.
Dua Skema Pemulihan Lahan
Program terbagi dalam dua skema utama, yakni Optimasi Lahan (OPLA) Bencana dan Rehabilitasi Lahan Rusak Sedang.
Untuk OPLA bencana dengan kategori sedimen ringan (10–30 cm), sebanyak 18 kelompok tani di 9 kecamatan dengan total luas 446 hektare telah masuk tahap penetapan. Kegiatan meliputi pengerukan sedimen sisa banjir dan perbaikan irigasi tersier.
Sementara itu, rehabilitasi lahan dengan tingkat kerusakan sedang (sedimen 30–100 cm) menyasar 17 kelompok tani dengan total luas 198 hektare. Program ini dirancang agar lahan yang sebelumnya tidak bisa ditanami kembali siap produksi.
Irigasi Jadi Prioritas
Tak hanya pembersihan lahan, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk pembangunan DAM Parit, irigasi perpompaan, serta irigasi perpipaan guna menjamin ketersediaan air sepanjang musim tanam.
Pelaksanaan Optimasi Lahan (OPLA) dijadwalkan mulai awal Maret, sementara rehabilitasi lahan rusak sedang dan pembangunan infrastruktur irigasi pendukung akan dimulai pasca Lebaran.
Bupati John Kenedy Azis menegaskan, program ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan bentuk nyata kehadiran negara bagi petani yang terdampak bencana.
“Lahan yang sempat mati suri harus kembali hijau. Jika belum bisa ditanami padi, manfaatkan untuk jagung agar ekonomi tetap bergerak,” tegasnya.
Langkah strategis ini semakin memperkokoh sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat Padang Pariaman, sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana secara berkelanjutan. (*)







