News  

Ramadan Fair 2026 Digelar di Parkiran Apung Ambon, Dishub Terapkan Parkir Non-Tunai

Dorong Ekonomi Ramadan dan PAD, 30 Stan Disiapkan di Kawasan Pasar Mardika

Plt Kepala UPTD Pengelola Sarana dan Prasarana Teknis Perhubungan Dishub Kota Ambon, D.A. Gino Pattiasina. / Foto: Ist

AMBON | KLIKGENZ.COM — Dinas Perhubungan Kota Ambon melalui UPTD Pengelola Sarana dan Prasarana Teknis Perhubungan menghadirkan inovasi Ramadan Fair 2026 di kawasan Parkiran Apung, Pasar Mardika.

Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Idulfitri 1447 Hijriah ini mulai berlangsung 28 Februari 2026 dan akan berjalan selama kurang lebih satu bulan sepanjang Ramadan.

Pelaksana Tugas (Pit) Kepala UPTD Pengelola Sarana dan Prasarana Teknis Perhubungan Dishub Kota Ambon, D.A. Gino Pattiasina, menjelaskan bahwa Ramadan Fair menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kawasan parkir sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini kami buat untuk menyambut Idulfitri dan membantu saudara-saudara Muslim. Ini juga menjadi inovasi untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya di Ambon, Jumat (27/2/2026).

Parkir Tetap Berjalan, Ekonomi Ikut Bergerak

Ramadan Fair menghadirkan berbagai pedagang, mulai dari sembako, kuliner, minuman ringan, hingga aksesoris dan pakaian.

Baca Juga  BNNP Sumbar Musnahkan 11,9 Kg Sabu, Dikendalikan Napi Lapas Porong

Pattiasina menegaskan, kegiatan ini bukan bentuk alih fungsi lahan parkir. Fungsi utama sebagai area parkir tetap berjalan, sementara sebagian ruang dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan.

“Ini bukan alih fungsi, tetapi pemanfaatan lahan agar lebih maksimal. Selama ini masyarakat enggan parkir di sana karena jaraknya cukup jauh ke Gedung Pasar Mardika maupun Pasar Arumbai,” jelasnya.

Dengan adanya aktivitas perdagangan di dalam kawasan parkiran, masyarakat diharapkan lebih tertarik memarkir kendaraan sekaligus berbelanja di lokasi tersebut.

Retribusi Digital, Parkir Non-Tunai

Kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tiga instansi terlibat dalam penerimaan retribusi, yakni Dishub untuk retribusi parkir, Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk retribusi pedagang, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) untuk retribusi sampah.

Pedagang yang menempati satuan ruang parkir (SRP) tetap membayar retribusi resmi kepada pemerintah.

Menariknya, khusus retribusi parkir, sistem pembayaran kini sudah non-tunai menggunakan mesin mPOS yang disponsori oleh Bank Maluku Malut.

Baca Juga  Bawaslu Kota Batu Perkuat Sinergi Media, Gandeng Ketik.com Kawal Demokrasi Berkelanjutan

“Kami meminimalisir penggunaan uang tunai agar pencatatan retribusi parkir sudah secara digital dan lebih transparan,” ungkap Pattiasina.

Target 30 Stan, Sponsor Turut Terlibat

Pada tahap awal, sekitar 10 stan mulai beroperasi dengan kapasitas maksimal mencapai 30 stan di sepanjang area parkiran apung yang panjangnya hampir 100 meter.

Tenda seluruhnya disediakan oleh sponsor, di antaranya Campina Ice Cream dan CV Gema Rejeki sebagai distributor sembako.

Penjualan sembako akan dimaksimalkan sekitar satu minggu menjelang Lebaran, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat pada periode tersebut.

Sebelum pembukaan, Dishub juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran untuk pembersihan area agar lebih nyaman dan aman bagi pengunjung.

Untuk keberlanjutan, pihak UPTD masih fokus pada momentum Idulfitri 2026 sebagai tahap awal evaluasi pelaksanaan Ramadan Fair. [*]