Nagari  

Mahasiswa KKN Universitas Andalas Gelar Edukasi Anti Bullying di SDN 09 IV Koto Aur Malintang

Mahasiswa KKN Universitas Andalas Gelar Edukasi Anti Bullying di SDN 09 IV Koto Aur Malintang bentuk pengabdian untuk ciptakan sekolah aman dan bebas perundungan

Doc: Mahasiswa KKN Unand melakukan sesi poto bersama dengan siswa & siswi SDN 09 IV Koto Aur Malintang

Nagari III Koto Aur Malintang | KlikGenZ — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Edukasi Anti Bullying yang dilaksanakan di SDN 09 IV Koto Aur Malintang pada Rabu, 14 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan tim KKN dalam bidang pendidikan karakter, dengan tujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari perilaku perundungan.

Sejak pagi hari, mahasiswa KKN telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan kegiatan berjalan optimal. Persiapan dimulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, penyiapan materi, alat peraga edukatif, serta pembagian tugas antaranggota tim. Kegiatan inti edukasi kemudian dilaksanakan pada pukul 12.00 hingga 15.30 WIB dengan melibatkan siswa-siswi secara aktif.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menyampaikan materi secara interaktif dan komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, jenis-jenis bullying seperti bullying verbal, fisik, sosial, hingga cyberbullying, serta dampak yang dapat ditimbulkan baik bagi korban maupun pelaku. Mahasiswa juga menekankan pentingnya empati, keberanian untuk melapor, serta peran teman sebaya dalam mencegah terjadinya perundungan.

Baca Juga  IK2T Mengamuk, PGRI Amal Kokoh di Puncak Klasemen pada Match Day Ketiga Turnamen Futsal Koka FC x KKN Unand 2026

Untuk meningkatkan pemahaman siswa, penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan yang menyenangkan seperti diskusi kelompok, simulasi singkat, permainan edukatif, serta sesi tanya jawab. Metode ini membuat suasana menjadi lebih hidup dan interaktif. Siswa-siswi terlihat antusias mengikuti kegiatan, aktif menjawab pertanyaan, dan berani berbagi pengalaman mereka terkait perilaku bullying yang pernah mereka lihat atau alami di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang telah menghadirkan edukasi penting bagi siswa. Guru-guru berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga sikap saling menghormati.

Ketua tim KKN Universitas Andalas, Jeandyraf Saputra, menyampaikan bahwa edukasi ini bukan sekadar penyampaian materi, tetapi juga upaya membentuk karakter siswa. “Melalui kegiatan edukasi anti bullying ini, kami berharap siswa dapat memahami dampak buruk bullying serta mampu menumbuhkan sikap saling menghargai, berempati, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pencegahan harus dimulai sejak dini agar budaya positif dapat tumbuh kuat,” ujarnya.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Universitas Andalas Turut Berpartisipasi dalam Kegiatan Posyandu di Nagari III Koto Aur Malintang

Ia juga menambahkan bahwa lingkungan sekolah yang sehat secara sosial akan berpengaruh besar terhadap perkembangan akademik dan mental anak. Oleh karena itu, kolaborasi antara siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang suportif.

Secara keseluruhan, kegiatan edukasi anti bullying ini berlangsung dengan lancar dan tertib. Mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa SDN 09 IV Koto Aur Malintang serta menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya perilaku bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif bagi generasi masa depan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya saling menghargai dan menjaga perasaan sesama dapat terus tumbuh, sehingga tercipta sekolah yang ramah anak, aman, dan bebas dari perundungan.