News  

46 Titik Rawan Macet dan 23 Titik Rawan Bencana di Jalur Nasional Jateng Saat Mudik Lebaran 2026

BBPJN Jateng–DIY siagakan 18 posko dan unit DRU, 17,7 juta orang diprediksi masuk Jawa Tengah

Penampakan jalanan rusak di jalur pantura (pantai utara) Kabupaten Demak, Jawa Tengah hingga Semarang pada Selasa (27/1/2026). Foto: kumparan

SEMARANG | KLIKGENZ.COM — Arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah diperkirakan bakal menghadapi sejumlah tantangan. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta (BBPJN Jateng–DIY) mencatat sedikitnya 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional yang akan dilalui pemudik.

Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher, menjelaskan titik rawan kemacetan tersebar di jalur Pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan. Mayoritas berada di kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol.

“Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan kami siapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan,” ujarnya, Minggu (1/3).

Jalur Pantura Jadi Koridor Krusial

Iqbal menegaskan jalur Pantura menjadi perhatian utama karena menjadi koridor kendaraan jarak jauh dari barat ke timur, termasuk angkutan logistik dan bus antarkota. Sejumlah ruas yang diprediksi padat antara lain kawasan Kaligawe dan Sayung di perbatasan Semarang–Demak, hingga ruas Kendal.

Baca Juga  Diskon 30 Persen Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026, KAI Siapkan 1,2 Juta Kursi

23 Titik Rawan Bencana

Selain kemacetan, BBPJN mengidentifikasi 23 titik rawan bencana yang terdiri dari 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor.

Titik rawan banjir tersebar di antaranya di Jalan Kaligawe Semarang, Sayung, Jalan Walisongo, Pemuda Brebes, Prupuk–Batas Kabupaten Tegal/Banyumas, Sidareja–Simpang 3 Jeruklegi, Sampang–Buntu, Klampok–Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur–Sragen.

“Ruas-ruas tersebut umumnya berada di dataran rendah atau wilayah dengan riwayat genangan akibat hujan intensitas tinggi maupun rob,” jelas Iqbal.

Sementara titik rawan longsor berada di jalur selatan dan wilayah perbukitan, seperti ruas Batas Jawa Barat–Karangpucung–Wangon, Ajibarang–Wangon, Patikraja–Rawalo, hingga Batas Kota Banjarnegara–Wonosobo.

18 Posko Lebaran dan DRU Disiagakan

Untuk mengantisipasi gangguan selama arus mudik dan balik, BBPJN menyiapkan 18 posko Lebaran yang tersebar di jalur strategis, mulai dari Pantura barat hingga jalur selatan. Posko dilengkapi personel teknis serta peralatan pendukung untuk respons cepat.

Tak hanya itu, empat Unit Pelaksanaan Peralatan (UPP) Disaster Relief Unit (DRU) juga disiagakan di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta. Peralatan berat seperti excavator, wheel loader, dump truck, asphalt finisher, hingga rangka jembatan darurat bentang 30 meter telah dipersiapkan.

Baca Juga  Tawuran Marak di Padang, Walikota Fadly Amran: Anak Di Bawah Umur Dilarang Keluyuran Setelah Tarawih

BBPJN juga menyiapkan material tanggap darurat seperti kawat bronjong, sand bag, sheet pile, hingga material tambalan cepat untuk perbaikan jalan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memprediksi sebanyak 17,7 juta orang akan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Secara nasional, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi tujuan favorit dengan estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang.

“Kita memiliki jalan hampir 2.200 kilometer yang menjadi kewenangan provinsi. Tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai 94 persen, dan tahun 2026 fokus pada perawatan,” kata Luthfi.

Dengan tingginya mobilitas masyarakat, koordinasi lintas sektor dan kesiapan infrastruktur menjadi kunci utama untuk memastikan arus mudik Lebaran 2026 berjalan aman dan lancar. [*]

Sumber: kumparan