Nagari III Koto Aur Malintang | KlikGenZ — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 1 Universitas Andalas (Unand) kembali menorehkan peran nyata dalam pengembangan sektor pertanian melalui pelaksanaan Program Sosialisasi Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Januari 2026 bertempat di Kantor Pemuda Korong Koto Kaciak dan menyasar seluruh kelompok tani di wilayah Nagari III Koto Aur Malintang. Program ini hadir sebagai upaya strategis untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman secara efektif, efisien, serta ramah lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan materi secara komprehensif mengenai prinsip-prinsip PHT. Materi mencakup pemantauan hama secara berkala, pemanfaatan musuh alami, penggunaan varietas tanaman tahan hama, teknik mekanis dan kultur teknis, serta penggunaan pestisida kimia secara bijaksana hanya sebagai upaya terakhir. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif, dilengkapi dengan diskusi mendalam mengenai jenis-jenis hama dan penyakit tanaman yang kerap menyerang lahan pertanian lokal, sekaligus langkah-langkah pencegahannya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari sebagian besar peserta, khususnya petani yang antusias menambah wawasan mengenai cara mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Kehadiran mahasiswa KKN menjadi fasilitator penting dalam proses edukasi, membantu petani memahami bahwa pengendalian hama terpadu tidak hanya meningkatkan produktivitas hasil panen, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
Meski demikian, pelaksanaan program menghadapi beberapa tantangan. Beberapa petani masih memiliki kebiasaan menggunakan pestisida kimia secara berlebihan dan kurang aktif mengikuti sesi teori. Mahasiswa KKN menyadari tantangan ini dan menekankan bahwa strategi ke depan harus lebih menekankan praktik lapangan, demonstrasi langsung, serta pendampingan berkelanjutan agar prinsip PHT dapat diterapkan secara konsisten. Selain itu, peran aktif kelompok tani sangat penting untuk memastikan pengendalian hama terpadu berjalan efektif di masing-masing lahan.
Ketua tim KKN Reguler 1 Universitas Andalas, Jeandyraf Saputra, menyampaikan bahwa program sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk mendorong pertanian berkelanjutan di Nagari III Koto Aur Malintang. “Melalui program PHT ini, kami berharap petani dapat memahami konsep pengendalian hama terpadu dan mulai menerapkannya di lahan masing-masing. PHT tidak hanya menekan serangan hama dan penyakit, tetapi juga menjaga kesehatan lingkungan dan ketahanan pangan masyarakat setempat,” ujarnya.
Selain fokus pada teknik pertanian, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai dinamika sosial petani, tantangan praktik pertanian di lapangan, dan pentingnya komunikasi yang efektif untuk mendorong perubahan perilaku. Interaksi antara mahasiswa dan petani juga memperkuat hubungan sosial, membangun kepercayaan, dan menumbuhkan kesadaran kolektif untuk mengadopsi praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Program Sosialisasi Pengendalian Hama Terpadu yang digelar mahasiswa KKN Universitas Andalas ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung sektor pertanian lokal. Dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membekali petani dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan.
Ke depan, mahasiswa KKN berencana untuk melanjutkan pendampingan lapangan secara berkala, memantau penerapan teknik PHT, dan memberikan masukan untuk peningkatan hasil panen. Harapannya, kolaborasi antara mahasiswa dan petani ini akan menciptakan pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim, sehingga kesejahteraan petani di Nagari III Koto Aur Malintang terus meningkat.
Program ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi, edukasi, dan kolaborasi dapat membawa dampak signifikan bagi sektor pertanian lokal, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan nasional.






