Drone Hantam Kedutaan Besar AS di Riyadh, IRGC Klaim Serang Pangkalan AS di Bahrain

Serangan drone di Arab Saudi dan Oman picu eskalasi Teluk Arab, AS evakuasi personel dari sejumlah negara Timur Tengah.

Redaksi
Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, pada tahun 2005 [File: AFP]

RIYADH | KLIKGENZ.COM – Sebuah “kebakaran terbatas” terjadi di kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, setelah dihantam dua pesawat tak berawak (drone), Selasa pagi waktu setempat.

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi kawasan Teluk Arab menyusul serangan balasan Iran terhadap kepentingan Amerika Serikat dan Israel.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi dalam pernyataan resminya menyebutkan serangan itu menyebabkan “kerusakan material kecil” pada kompleks diplomatik yang berada di kawasan Kuartal Diplomatik Riyadh.

Laporan lanjutan menyebutkan sejumlah drone tambahan kembali menargetkan lokasi tersebut. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa. Dua sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan gedung kedutaan dalam keadaan kosong saat serangan terjadi.

Asap hitam sempat terlihat membumbung di atas kawasan diplomatik yang menampung berbagai misi asing, sebagaimana dilaporkan kantor berita internasional.

Sumber militer Saudi yang berbicara kepada AFP menyebut sistem pertahanan udara berhasil mencegat empat drone yang mengarah ke Kuartal Diplomatik.


Serangan Meluas ke Oman dan Bahrain

Secara terpisah, Kantor Berita Oman melaporkan sebuah tangki bahan bakar di Pelabuhan Komersial Duqm, Duqm, turut menjadi sasaran serangan drone. Otoritas setempat menyebut kerusakan yang terjadi bersifat terbatas dan tidak menimbulkan korban.

Baca Juga  Bencana Alam Picu Lonjakan Inflasi Desember 2025, Aceh Tembus 6,71 Persen

Pemerintah Iran kemudian membantah keterlibatan dalam serangan terhadap Oman. Namun, wilayah tersebut dilaporkan mengalami beberapa insiden serupa dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat di wilayah Sheikh Isa, Bahrain, melalui serangan drone dan rudal skala besar.

Pernyataan yang disiarkan oleh Islamic Republic News Agency (IRNA) menyebutkan sebanyak 20 drone dan tiga rudal diluncurkan dalam operasi tersebut. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Di Uni Emirat Arab, kebakaran juga terjadi di fasilitas industri minyak di Fujairah akibat serpihan pencegatan drone oleh sistem pertahanan udara. Otoritas setempat memastikan api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa.


Respons Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan respons Washington atas serangan terhadap fasilitas diplomatik dan korban personel militer akan segera diumumkan.

Baca Juga  Tragis, Dokter Spesialis Mata Tewas Usai Lompat dari Lantai Enam Hotel di Padang

“Anda akan segera mengetahuinya,” ujarnya dalam wawancara media.

Di tengah eskalasi tersebut, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan personel non-darurat untuk meninggalkan sejumlah negara, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, dan Irak sebagai langkah pencegahan.

Kedutaan Besar AS di Kuwait ditutup tanpa batas waktu akibat meningkatnya ketegangan regional. Sementara itu, Kedutaan AS di Yerusalem menyatakan tidak dapat melakukan evakuasi langsung bagi warga Amerika yang ingin meninggalkan Israel.

Sebelumnya, Kedutaan Besar AS di Arab Saudi juga mengeluarkan imbauan “shelter in place” bagi warga negaranya di Riyadh, Jeddah, dan Dhahran serta meminta mereka menghindari area kedutaan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Ketegangan terbaru ini dipicu oleh rangkaian serangan militer AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai akhir pekan lalu, yang kemudian dibalas dengan gelombang serangan drone dan rudal ke sejumlah titik strategis di kawasan Teluk. [*Aljazeera]