PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bergerak cepat merespons banjir yang melanda sejumlah wilayah akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Balai Wilayah Sungai (BWS), pemkab melakukan normalisasi darurat di 12 sungai besar yang terdampak lonjakan debit air.
Salah satu titik prioritas penanganan berada di Kecamatan Ulakan Tapakis, tepatnya di aliran Sungai Batang Ulakan yang kerap meluap dan merendam permukiman warga.
Normalisasi Darurat di Titik Kritis
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, menjelaskan bahwa hampir seluruh sungai besar di wilayah tersebut terdampak hujan deras berkepanjangan.
“Tiga sungai dengan dampak terparah yakni Sungai Batang Anai, Sungai Batang Ulakan, dan Batang Naras. Kami telah melakukan normalisasi darurat berupa pengerukan sedimen, pengalihan arus, serta pelurusan aliran di titik-titik kritis untuk mempercepat surutnya air,” ujarnya.

Khusus di Sungai Batang Ulakan, pemerintah bersama BWS juga memasang geobag sebagai struktur darurat penahan tanah dan pengendali erosi. Langkah ini dinilai efektif dalam kondisi tanggap darurat, terutama di kawasan muara yang selama ini menjadi titik rawan luapan.
Solusi Permanen Butuh Anggaran Rp70 Miliar
Meski penanganan darurat telah dilakukan, Pemkab Padang Pariaman menegaskan solusi permanen tetap menjadi target utama. Estimasi kebutuhan anggaran untuk penanganan komprehensif sebelumnya mencapai Rp70 miliar dan saat ini tengah dihitung ulang sesuai kondisi terbaru di lapangan.
Untuk jangka panjang, pemerintah merencanakan penguatan struktur sungai melalui pemasangan batu besar serta pembangunan konstruksi pengaman seperti breakwater di kawasan muara. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan balai teknis sungai nasional guna menentukan desain konstruksi paling tepat berdasarkan kajian teknis menyeluruh.
“Penanganan darurat sudah kami lakukan. Selanjutnya, penyelesaian kerusakan berat akan menjadi target lanjutan demi menjamin keamanan dan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat,” tegasnya.
Warga Desak Penanganan Menyeluruh
Di sisi lain, warga di sejumlah nagari di Kecamatan Ulakan Tapakis mendesak agar solusi permanen segera direalisasikan. Mereka menilai luapan Sungai Batang Ulakan setiap hujan deras membutuhkan penanganan menyeluruh, mulai dari normalisasi hingga pembenahan muara.

Erwin, salah seorang warga, menyebut kondisi banjir akan terus berulang apabila alur sungai yang berkelok tidak segera dibenahi dan diluruskan secara menyeluruh.
Hal senada disampaikan Juliati. Ia mengungkapkan, saat banjir besar terjadi, ketinggian air di dalam rumah bisa mencapai sepaha hingga sepinggang orang dewasa. Sejumlah perabotan seperti lemari, kursi, hingga kulkas rusak akibat terendam. Puluhan rumah di lingkungannya terdampak, bahkan pada banjir terakhir hampir seluruhnya tidak luput dari genangan.
Meski mengapresiasi pemasangan geobag sebagai langkah awal, warga berharap pemerintah segera menuntaskan kajian teknis komprehensif yang mencakup normalisasi, pelurusan alur sungai, serta pembenahan muara sebagai titik kunci pengendalian banjir.
Dengan langkah terpadu dan berkelanjutan, masyarakat berharap siklus banjir tahunan yang selama ini menghantui kawasan bantaran sungai dapat segera diakhiri, sehingga rasa aman dan kepastian tinggal benar-benar terwujud. [*]






