Penegasan itu disampaikan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi serta mendengarkan aspirasi masyarakat, tokoh adat, dan anggota DPRD setempat.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, terutama potensi risiko bencana yang dapat mengancam masyarakat di wilayah tersebut.
“Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Investasi tidak boleh mengorbankan lingkungan dan keamanan masyarakat,” tegasnya.
Trauma Bencana Jadi Pertimbangan
Penolakan terhadap aktivitas tambang juga dipengaruhi oleh trauma masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu. Saat itu, Kecamatan Batang Anai menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak, bahkan menimbulkan korban jiwa.
Kondisi tersebut membuat warga khawatir aktivitas pertambangan batu andesit akan memperbesar potensi kerusakan lingkungan dan meningkatkan risiko bencana di masa mendatang, terutama yang berkaitan dengan banjir dan longsor.
Pemkab Minta Aktivitas Tambang Dihentikan
Meskipun kewenangan pencabutan izin usaha pertambangan berada di tangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah mengambil langkah dengan meminta penghentian sementara seluruh aktivitas tambang di lokasi tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat meredam ketegangan di tengah masyarakat sekaligus memberi ruang bagi pemerintah provinsi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin tambang yang telah diterbitkan.

Situasi Masih Dipantau
Saat ini situasi di Nagari Kasang masih dalam pemantauan. Pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap dinamika yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk laporan adanya pemanggilan sejumlah warga oleh pihak kepolisian terkait aksi protes terhadap aktivitas tambang tersebut.
Warga Nagari Kasang sendiri masih menunggu keputusan final dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait peninjauan kembali izin tambang batu andesit milik PT DBA itu.
Bagi masyarakat setempat, keputusan tersebut dinilai sangat menentukan masa depan lingkungan dan keselamatan wilayah mereka. [*]






