PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM — Kerusakan infrastruktur akibat banjir yang melanda Kabupaten Padang Pariaman beberapa waktu lalu berdampak serius terhadap layanan air bersih masyarakat. Distribusi air minum sempat lumpuh total setelah sekitar 60 hingga 70 persen jaringan pipa rumah tangga mengalami kerusakan.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, bergerak cepat dengan melakukan koordinasi intensif bersama Pemerintah Pusat guna mempercepat proses rehabilitasi jaringan air bersih.
Hasil koordinasi tersebut membuahkan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Proyek rehabilitasi infrastruktur air minum di daerah ini sepenuhnya didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.
Pengerjaan proyek strategis ini akan dilaksanakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PT PP) sebagai kontraktor pelaksana.
Untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar, pemerintah daerah menggelar sosialisasi besar-besaran di Rumah Dinas Bupati Padang Pariaman pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut melibatkan delapan camat, 17 wali nagari, serta perwakilan kelompok tani dari sejumlah wilayah terdampak.
Dalam kesempatan itu, Bupati John Kenedy Azis menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan proyek tidak menemui hambatan sosial di lapangan.

“Koordinasi dan dukungan masyarakat sangat penting agar proses pembangunan jaringan air bersih ini bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Saat ini, tahap perancangan jalur pipa baru telah rampung. Pemerintah daerah bersama pihak pelaksana tinggal menunggu pelaksanaan pekerjaan fisik yang direncanakan segera dimulai.
Meski fokus pada pemulihan layanan air bersih, pemerintah daerah memastikan proyek tersebut tetap memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan air domestik masyarakat dan kebutuhan irigasi untuk sektor pertanian.
Dengan rampungnya proyek rehabilitasi ini, pemerintah berharap krisis air bersih yang sempat melanda sejumlah wilayah di Padang Pariaman dapat segera teratasi, tanpa mengganggu produktivitas lahan pertanian milik warga. [*]






