KAB. AGAM | KLIKGENZ.COM — Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat sebanyak 704 kepala keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi menyatakan bersedia direlokasi secara kolektif ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah.
Kepala Dinas Perkim Agam, Rinaldi, mengatakan warga yang bersedia direlokasi tersebut tersebar di sejumlah kecamatan.
Rinciannya, sebanyak 291 KK di Kecamatan Tanjung Raya, 24 KK di Matur, 2 KK di Ampek Koto, 1 KK di Palupuh, 5 KK di Malalak, serta 381 KK di Palembayan.
“Mereka bersedia direlokasi setelah rumahnya rusak akibat banjir bandang, tanah longsor, atau berada di zona merah,” kata Rinaldi di Lubuk Basung, Minggu.
Pemerintah Siapkan Beberapa Lokasi Relokasi
Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah lokasi relokasi kolektif untuk menampung warga terdampak bencana.
Salah satunya berada di Dama Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, dengan luas lahan sekitar 5 hingga 6 hektare yang direncanakan mampu menampung sekitar 325 unit rumah.
Lokasi ini akan menjadi kawasan hunian baru bagi warga terdampak dari Kecamatan Malalak, Ampek Koto, Matur, dan Tanjung Raya.
Sementara itu, untuk warga dari Kecamatan Palembayan, pemerintah menyiapkan dua lokasi relokasi.
Lokasi pertama berada di Padang Tarok, Nagari Salareh Aia Utara, dengan luas sekitar 1 hektare yang dapat dibangun 75 unit rumah.
Lokasi kedua berada di kawasan Balai Benih Ikan Gumarang, Nagari Koto Silungkang, dengan luas 1,1 hektare yang direncanakan menampung 60 unit rumah.
Namun, dari total kebutuhan untuk 381 KK di Palembayan, lahan yang tersedia saat ini baru mampu menampung 135 unit rumah, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 244 unit hunian.
Pemkab Agam Siapkan Tambahan Lahan
Rinaldi menjelaskan, kekurangan lahan untuk relokasi tersebut akan diatasi melalui pembelian atau pengadaan lahan tambahan oleh pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa pencarian lokasi baru tetap diupayakan berada di wilayah Kecamatan Palembayan sesuai dengan permintaan warga.
“Warga Palembayan yang mau direlokasi meminta di kecamatan itu, sehingga lahan yang dicarikan tetap di Palembayan,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap program relokasi ini dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman bagi masyarakat terdampak bencana sekaligus mengurangi risiko korban apabila bencana serupa kembali terjadi di masa mendatang. [*]






