BPJN menilai kondisi jalur tersebut masih belum sepenuhnya ideal untuk dilalui kendaraan, terutama ketika volume lalu lintas meningkat pada masa libur Lebaran.
Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, mengatakan meskipun ruas jalan tersebut telah kembali tersambung, beberapa titik masih rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi.
“Jalan ini memang sudah tersambung, namun kondisinya masih belum ideal untuk lalu lintas karena ada beberapa titik yang masih rawan longsor terutama jika curah hujan tinggi,” kata Elsa Putra di Kota Padang, Minggu (8/3).
Karena itu, masyarakat diimbau mempertimbangkan rute alternatif atau memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintas.
Menurutnya, BPJN bersama kepolisian dan dinas terkait akan melakukan asesmen untuk memastikan apakah ruas jalan tersebut dapat dilintasi selama libur Lebaran.
Langkah ini dilakukan demi menjamin faktor keamanan dan keselamatan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik.
Perbaikan Jalan Masih Berlangsung
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Hutama Karya bersama BPJN Sumbar saat ini masih mempercepat proses perbaikan Jalan Malalak yang sempat putus total akibat banjir bandang pada akhir November 2025.
Jalan yang diprakarsai pada masa Gubernur Gamawan Fauzi tersebut merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bukittinggi.
Saat ini, jalur tersebut sudah tersambung atau berstatus fungsional dan dapat dilintasi kendaraan roda dua, namun belum dibuka secara resmi untuk umum.
Elsa Putra menjelaskan bahwa pada awal bencana terjadi sekitar delapan kilometer ruas jalan tidak dapat dilalui karena tertimbun material longsor dan sebagian badan jalan terban.
Kerusakan paling parah terjadi di kilometer 82, di mana sekitar 150 meter badan jalan putus total.
BPJN menargetkan proses perbaikan Jalan Malalak dapat rampung pada Desember 2026. Hingga saat ini, progres pengerjaan fisik baru mencapai sekitar delapan persen.
Salah satu pekerjaan mendesak yang akan segera dilakukan adalah pembangunan jembatan di kilometer 82.
“Secara resmi ini belum dibuka untuk umum. Selain masih banyak alat berat yang beroperasi, kondisi jalan juga masih rawan,” ujar Elsa Putra.
Masyarakat Lokal Masih Diperbolehkan Melintas
Terpisah, Pelaksana Lapangan Hutama Karya Infrastruktur, Subiantoro, menegaskan bahwa Jalan Malalak memang belum dibuka untuk masyarakat umum.
Namun, warga lokal di kawasan Malalak masih diperbolehkan melintas menggunakan sepeda motor, khususnya bagi yang hendak menuju arah Balingka atau sebaliknya.
Kebijakan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan faktor jarak tempuh masyarakat setempat.
Akses melintas hanya diperbolehkan pada waktu tertentu, yakni saat pekerja proyek sedang beristirahat pukul 12.00–13.00 WIB atau setelah alat berat berhenti beroperasi pada pukul 17.00 WIB hingga sebelum 08.00 WIB.
BPJN berharap masyarakat tetap berhati-hati dan mematuhi ketentuan yang berlaku agar perjalanan tetap aman selama proses perbaikan jalan masih berlangsung. [*]






