LUWU, KLIKGENZ.COM – Suasana haru menyelimuti kediaman Kapten Miswar Maturusi di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (9/3/2026).
Kerabat, sahabat, hingga tetangga silih berganti datang memberikan dukungan moral kepada keluarga kapten kapal Tugboat Musaffah II tersebut.
Kapten Miswar dilaporkan hilang kontak setelah kapal yang dikendalikannya diduga terkena ledakan bom saat berlayar di perairan internasional Selat Hormuz, Timur Tengah. Hingga kini, keberadaan Miswar masih belum diketahui.
Di tengah ketidakpastian itu, keluarga hanya bisa menunggu kabar resmi dari pihak terkait.
Istri Miswar, Muliani Ahmad, tak kuasa menahan air mata saat mengenang komunikasi terakhir dengan suaminya. Ia mengatakan, sebelum peristiwa tragis itu terjadi, Miswar sempat melakukan video call dari kapal.
Namun tak ada firasat sedikit pun bahwa percakapan tersebut akan menjadi komunikasi terakhir mereka.
“Beliau orangnya sangat baik, mudah bergaul, dan sangat perhatian dengan anak-anak,” ujar Muliani dengan suara bergetar.
Di mata keluarga, Miswar dikenal sebagai sosok kepala keluarga yang penuh tanggung jawab dan sangat menyayangi kedua putranya.
Sejak kabar ledakan kapal itu beredar, keluarga terus memantau perkembangan informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta pihak perusahaan pelayaran tempat Miswar bekerja.
Meski situasi keamanan di kawasan Timur Tengah sedang memanas, keluarga tetap berharap Miswar bisa ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kami hanya bisa berdoa dan menunggu kabar resmi. Kami berharap pemerintah bisa membantu maksimal untuk memastikan kondisi suami saya,” harap Muliani.
Kabar hilangnya Kapten Miswar setelah ledakan kapal di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia tersebut mengejutkan warga Kecamatan Ponrang Selatan.
Sosok Miswar yang dikenal ramah dan mudah bergaul membuat banyak warga merasa terpukul. Doa pun terus mengalir dari masyarakat agar sang kapten segera ditemukan dalam keadaan selamat. [*]






